...... Gaharu untuk mengharumkan dunia dan mensejahterakan ......

Sabtu, 04 Agustus 2012

Pembibitan Gaharu : Prospek Bisnis yang Menjanjikan


Foto Pembibitan Gaharu di Sanggau dan Sambas


                                                            





Sumber : http://gaharusuperkalbar.blogspot.com/

DAFTAR JENIS GAHARU DI INDONESIA


DAFTAR NAMA JENIS GAHARU DI INDONESIA

No. Nama Botanis                         Daerah Penyebaran
1   Aquilaria malacensis                  Kalimantan, Sumatra
2   Aquilaria hirta                           Kalimantan, Sumatra
3   Aquilaria filarial                         Nusa tenggara, Maluku, Irian Jaya
4   Aquilaria microcarpa                 Kalimantan, Sumatra
5   Aquilaria agalloccha Roxb         Kalimantan, Sumatra, jawa
6   Aquilaria beccariana                  Kalimantan, Sumatra
7   Aquilaria secundana                  Maluku, Irian Jaya
8   Aquilaria moszkowskii              Sumatra
9   Aquilaria tomentosa Irian          Jaya
10 Aetoxylon sympethalum            Maluku, Irian Jaya, Kalimantan
11 Enkleia malacensis                    Maluku, Irian Jaya
12 Wikstromiea poliantha              Nusa tenggara, Maluku, Irian Jaya
13 Wikstromiea tenuriamis            Kalimantan, Sumatra, Bangka
14 Wikstromiea androsaemofilia    Irian Jaya, Kalimantan, NTT, Sulawesi
15 Gonystylus bancanus                Kalimantan, Sumatra, Bangka
16 Gonystylus macrophyllus          Kalimantan, Sumatra
17 Gyrinops cumingiana                Nusa tenggara, Irian Jaya
18 Gyrinop rosbergii                     Nusa tenggara
19 Gyrinop versteegii                    NTT, NTB
20 Gyrinop moluccana                  Maluku, Halmahera
21 Gyrinop decipiens                    Sulawesi Tengah
22 Gyrinop ledermanii                   Irian Jaya
23 Gyrinop salicifolia                    Irian Jaya
24 Gyrinop audate                        Irian Jaya
25 Gyrinop podocarpus                Irian Jaya
26 Dalbergia farviflora                  Kalimantan, Sumatra
27 Exccocaria agaloccha              Jawa, Kalimantan, Sumatra

Sumber : http://gaharusuperkalbar.blogspot.com/

Teh Gaharu : enak diminum dan berkhasiat obat


 Teh Gaharu


TEH GAHARU adalah teh yang terbuat dari daun muda tanaman penghasil gaharu. Teh ini ternyata tidak hanya enak diminum, cocok dinikmati pada suasana dingin, seperti malam hari atau saat musim hujan tiba juga memiliki khasiat terhadap kesehatan tubuh. beberapa kesaksian orang yang pernah minum teh gaharu merasakan bahwa setelah mengkonsumsi teh gaharu ini mengutarakan:
  1. Obat untuk mengurangi rasa sakit kepala (pusing).
  2. Meningkatkan stamina bagi pria.
  3. Meningkatkan stamina dan kesehatan, tidak mudah masuk angin.
  4. Obat penyakit dalam (sakit perut, dll)
Insya Allah teh Gaharu, dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Oleh sebab itu di masa mendatang kandungan aktif dalam teh gaharu ini harus diketahui, untuk memberikan justifikasi ilmiah kepada khalayak. Usaha untuk mengetahui kandungan bahan kimia dalam teh gaharu, dalam waktu dekat akan dilakukan oleh Alam Tropika berkerja sema dengan lembaga yang berkompenten.

Tidak semua jenis gaharu dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh gaharu, hanya jenis yang tergolong dalam famili Themelaeaceae, dengan genus tertentu yang dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan teh gaharu.

Daun gaharu pilihan dapat diproses menjadi teh hijau gaharu (agarwood green tea) dan teh hitam gaharu, masing-masing mempunyai cita rasa yang khas.

Minum teh hangat merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi kita, apalagi disaat cuaca dingin seperti sekarang ini. Saat ini selain menghasilkan bahan untuk obat maupun minyak wangi, ternyata gaharu juga bisa dijadikan teh. Barangkali sebagian dari kita belum pernah merasakan Teh Gaharu. Sebuah perusahaan di Malaysia AROMAMAS ENTERPRISE sudah mengeluarkan produk teh gaharu ini.
Dari informasi yang kami peroleh, berikut ini manfaat dan khasiat dari teh gaharu:
  1. Membantu masalah insomnia/sukar tidur.
  2. Membantu merendahkan tahap kolestrol.
  3. Membantu meredakan ketegangan/hipertensi/stress.
  4. Membantu mengurangkan toksik dalam badan.
  5. Tanpa gula – Tanpa Kafein – Tanpa Asis Tanin.
  6. Mengatasi masalah pelawasan.
  7. Anti Oksidant.
  8. Mengurangkan kadar tekanan dalam darah dan gula yang tinggi.
Manfaat Teh Gaharu pada Kesehatan adalah:
  1. Anti Stres dan Hipertensi.
  2. Penurunan tahap kolestrol.
  3. Penurunan tahap tekanan darah tinggi dan gula.
  4. Pelengkap tambahan keperluan kalsium dan vitamin.
  5. Kafein, tannin dan tanpa gula.
  6. Membantu pengurangan berat badan dan lemak.
  7. Anti Oksida.
  8. Membantu keimbangan sistem vascular, tulang dan sendi.
  9. Memberi kesegaran.
  10. Memudahkan tidur dan merawat insomnia.
  11. Mengurangkan sakit kepala.
  12. Membantu pengaliran darah dan edaran oksigen.
Manfaat Gaharu
Gaharu mengandung essens yang disebut sebagai minyak essens (essential oil) yang dapat dibuat dengan eksraksi atau penyulingan dari gubal gaharu. Essens gaharu ini digunakan sebagai bahan pengikat (fixative) dari berbagai jenis parfum, kosmetika dan obat-obatan herbal. Selain itu, serbuk atau abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuatan dupa/hio dan bubuk aroma therapy.

Daun pohon gaharu bisa dibuat menjadi teh daun pohon gaharu yang membantu kebugaran tubuh. Senyawa aktif agarospirol yang terkandung dalam daun pohon gaharu dapat menekan sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan, teh gaharu juga ampuh sebagai obat anti mabuk.

Ampas dari sulingan minyak dari marga Aquilaria di Jepang dimanfaatkan sebagai kamfer anti ngengat dan juga mengharumkan seluruh isi lemari. Oleh masyarakat tradisional Indonesia, gaharu digunakan sebagai obat nyamuk, kulit atau kayu gaharu dibakar sampai berasap. Aroma harum tersebutlah yang tidak disukai nyamuk

Sumber : http://gaharujabar.wordpress.com/khasiat-teh-gaharu/

TEKNIK INOKULASI DAN VAKSIN GAHARU

TEKNIK INOKULASI DAN VAKSIN GAHARU

Inokulan RM350/kg







Setelah dilakukan percubaan maka hasil yang terbaik untuk mendapatkan resin gaharu adalah dengan melakukan penyuntikan teknik spiral, bahan dan alat yang diperlukan adalah :
1. Bor kayu dengan ukuran minimal 10 mm, sesuai dengan diameter batang semakin besar diameternya maka ukuran bor semakin besar, ukuran bor yang biasa digunakan berukuran 13 mm.
2. Genset 450 watt atau 900 watt dan bor elektrik.
3. Marker permanent sebagai penanda titik bor.
4. Alat ukur meter untuk mengukur keliling batang dan jarak titik bor satu dengan lainnya.
5. Pinset dan suntikan sesuai ukuran bor (dibuat dr botol dan hos kecil).
6. Alkohol 70 % untuk sterilkan alat dan lubang hasil bor kayu.
7. Gunting serta kapas.
8. Lilin lunak, plaster atau lakban, untuk menutup lubang bor.
9. Sarung tangan getah dan Inokulan Gaharu.

Proses pengerjaannya dengan mengikuti prosedur dibawah ini :

1. Ukur titik pengeboran awal 1 meter dari permukaan tanah. Beri tanda dengan marker. Kemudian buat lagi titik pengeboran diatasnya dengan mengeser kearah horizontal sejauh 15 cm dan vertical 15 cm. dengan cara yang sama buatlah titik berikutnya hingga setelah dihubungkan membentuk garis spiral.

2. Ukur lingkaran batang untuk mendapatkan diameter batang. Misalkan lingkaran batang 60 cm, hitung diameternya dengan rumus : Keliling Lingkaran = diameter x 3,14. contoh 60 cm = diameter x 3,14 berarti diameter batang = 60 cm : 3,14 = 19,11 cm.

3. Buat lubang sedalam 1/3 diameter batang pada titik pengeboran yang sudah ditanda dengan marker. Contoh : Kedalaman lubang bor = diameter batang x 1/3 = 19,11 x 1/3 = 6,4 cm.

4. Bersihkan lubang bor dengan kapas yang sudah direndam dengan alcohol.

5. Masukkan inokulan dengan pinset ke dalam suntikan yang ujungnya sudah dipotong, kemudian masukkan inokulan kedalam lubang sampai penuh.

6. Tutup lubang yang telah terisi penuh inokulan dengan lilin agar tak ada kontaminan dari mikroba yang lain. Untuk mencegah air ke permukaan, lilin ditutup kembali dengan plaster.

7. Cek hasil penyuntikan setelah 3 bulan, caranya buka plAster dan lilin kemudian kupas sedikit kulit batang, jika batang tampak berwarna coklat kehitam hitaman berarti penyuntikan berhasil. Tutup kembali lubang dengan lilin dan plester.

8. 7 bulan setelah penyuntikan ambil sample dengan mengebor lubang baru 5 cm diatas lubang sebelumnya, jika serbuk hasil bor sudah hitam atau wangi atau sesuai dengan ciri-ciri yang diinginkan maka pohon sudah dapat ditebang jika belum sesuai tutup kembali lubang dengan lilin. Tanda hasil mulai maksimal jika daun gaharu sudah mengering 50 % hal ini biasanya terjadi pada 1,5 tahun sampai 2 tahun setelah penyuntikan tergantung dari besarnya diameter batang, semakin besar diameter batang maka proses mengeringnya daun semakin lama.

9. SELAMAT BERJAYA DAN NIKMATI HASILNYA


Sumber : http://gaharulimbang.blogspot.com/2009/10/teknik-inokulasivaksin-gaharu.html

Teknik Inokulasi GAHARU Sistem Spiral Sederhan


 

Teknik Inokulasi GAHARU Sistem Spiral Sederhana :

1. Inokulasi
Inducer Bio Kimia/ Fusarium sp yang di inokulasi ke jaringan pohon itu sebenarnya kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu pohon gaharu itu melawan dengan memproduksi resin bernama fitoaleksin supaya kuman tak menyebar ke jaringan pohon lain. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut sudut pembuluh xylem dan floem – organ pohon yang mendistribusikan makanan berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar.

Mengingat jenis isolate penyakit pembentuk gaharu berbeda beda sesuai kondisi iklim dan lingkungan, maka penyedia inokulan perlu melakukan isolasi jenis penyakit yang berprospek memproduksi gaharu. Isolasi ini dilakukan terhadap tanaman gaharu alam yang berada di dalam kawasan hutan sekitar daerah pengembangan. Untuk tujuan tersebut, perlu diawali dengan pengamatan lapangan untuk mempelajari aspek gaharu yang tumbuh alami serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis penyakit dari pohon yang terserang.




Agar berhasil mengembangkan inokulan pembentuk gaharu, diperlukan teknik tertentu. Untuk hal ini, sangat diperlukan peran dari pemerintah daerah instansi atau lembaga terkait, perguruan tinggi, dan investor atau pengusaha swasta didaerah setempat sebagai pelaku produksi inokulan.

Tahapan-tahapan dalam penginokulasian gaharu, bahan dan alat yang dibutuhkan adalah:

ü. Bor kayu dengan ukuran minimal 10 mm, sesuai dengan diameter batang semakin besar diameternya maka ukuran bor semakin besar, ukuran bor yang biasa digunakan berukuran 13 mm.
ü. Genset kapasitas 450 watt atau 900 watt dan alat bor listrik.
ü. Spidol permanent sebagai penanda titik bor.
ü. Alat ukur meteran untuk mengukur keliling batang dan jarak titik bor satu dengan lainnya.
ü. Pinset dan suntikan sesuai ukuran bor.
ü. Alkohol 70 % untuk sterilkan alat dan lubang hasil bor kayu.
ü. Masker, gunting serta kapas.
ü. Lilin lunak, plester atau lakban, untuk menutup lubang bor.
ü. Sarung tangan karet dan Inokulan Gaharu.


Proses pengerjaannya dengan mengikuti prosedur dibawah ini:

ü. Ukur titik pengeboran awal 1 meter dari permukaan tanah. Beri tanda dengan spidol. Kemudian buat lagi titik pengeboran diatasnya dengan mengeser kearah horizontal sejauh 15 cm dan vertical 15 cm. dengan cara yang sama buatlah titik berikutnya hingga setelah dihubungkan membentuk garis spiral.

ü. Ukur lingkaran batang untuk mendapatkan diameter batang. Misalkan lingkaran batang 60 cm, hitung diameternya dengan rumus : Keliling Lingkaran = diameter x 3,14. contoh 60 cm = diameter x 3,14 berarti diameter batang = 60 cm : 3,14 = 19,11 cm.

ü. Buat lubang sedalam 1/3 diameter batang pada titik pengeboran yang sudah ditanda dengan spidol. Contoh : Kedalaman lubang bor = diameter batang x 1/3 = 19,11 x 1/3 = 6,4 cm.

ü. Bersihkan lubang bor dengan kapas yang sudah dibilas dengan alcohol.

ü. Masukkan inokulan dengan pinset kedalam suntikan yang ujungnya sudah dipotong, kemudian masukkan inokulan kedalam lubang sampai penuh.

ü. Tutup lubang yang telah terisi penuh inokulan dengan lilin agar tak ada kontaminan dari mikroba yang lain. Untuk mencegah air merembes permukaan lilin ditutup kembali dengan plester atau lakban.

ü.  Cek keberhasilan penyuntikan setelah 3 bulan, caranya buka plester dan lilin kemudian kupas sedikit kulit batang, jika batang tampak berwarna coklat kehitam hitaman berarti penyuntikan berhasil. Tutup kembali lubang dengan lilin dan plester.

ü. 7 (tujuh) bulan setelah penyuntikan ambil sample dengan mengebor lubang baru 5 cm diatas lubang sebelumnya, jika serbuk hasil bor sudah hitam atau wangi atau sesuai dengan ciri-ciri yang diinginkan maka pohon sudah dapat dipanen jika belum sesuai tutup kembali lubang dengan lilin. Tanda hasil mulai maksimal jika daun gaharu sudah mengering 50 % hal ini biasanya terjadi pada 1,5 tahun sampai 2 tahun setelah penyuntikan tergantung dari besarnya diameter batang, semakin besar diameter batang maka proses mengeringnya daun semakin lama.

Pada pelaksanaan penginokulasian terhadap pohon gaharu ini, harus diperhatikan umur dan diameter batangnya. Batas minimal suatu pohon dapat di inokulasi ditandai dengan pohon yang mulai berbunga. Biasanya umur tanaman tersebut sekitar 4 – 5 tahun atau diameter batang sudah mencapai 8 – 10 cm.

Berikut diulas teknik inokulasi menggunakan inokulan padat dan cair.

 

 

a. Inokulasi Dengan Inokulan Padat

Teknik inokulasi pohon gaharu menggunakan inokulan padat sebagai berikut:
  1. Buat lubang pada batang kayu gaharu dengan menggunakan bor.
    Diameter lubang bor sekitar 0,8 – 13 mm. Kedalaman optimal pemboran ini perlu disesuaikan dengan ukuran diameter batang, biasanya sekitar 5 cm. Setiap batang dibuatkan banyak lubang dengan jarak antar lubang bor sekitar 20 cm.
  1. Bersihkan tangan pelaku inokulasi dengan air hingga bersih dan dibilas dengan alcohol sebelum pelaksanaan inokulasi.
  2. Masukkan inokulasi padat ke setiap lubang. Jumlah inokulan disesuaikan dengan kedalaman lubang. Sebagai patokan, pemasukan ini dilakukan hingga lubang terisi penuh dengan inokulan. Agar pemasukan menjadi mudah, gunakan potongan kayu atau bamboo yang ukurannya sesuai dengan ukuran diameter lubang.
  3. Tutup setiap lubang yang sudah diberi inokulan untuk mnghindari masuknya air ke dalam lubang. Penutupan lubang ini dilakukan dengan pasak kayu gaharu. Penutupan pun dapat dilakukan dengan “lilin malam”

b. Inokulasi Dengan Inokulan Cair

Teknik inokulasi menggunakan inokulan cair sebagai berikut:
  1. Lakukan pengeboran pada pangkal batang pohon dengan posisi miring kebawah. Kedalaman pemboran disesuaikan dengan diameter batang pohon, biasanya 1/3 diameter batang. Sementara mata bor yang digunakan berukuran sama dengan selang infus sekitar 0,5 cm. Selang infuse tersebut biasanya sudah disediakan produsen inokulan pada saat pembelian inokulan. Namun, bila belum tersedia, selang infuse dapat disediakan sendiri oleh petani.
  2. Masukkan selang infus yang ada pada botol inokulan cair kedalam lubang.
  3. Atur besarnya aliran inokulan cair tersebut. Hentikan aliran infuse bila cairan inokulan sudah keluar dari lubang.
  4. Tutup bagian tepi disekitar selang infuse dengan menggunakan “lilin malam”.
  5. Ulangi pengaturan aliran masuknya cairan infuse kedalam lubang setiap 1–2 hari, tergantung keadaan cairan dalam lubang. Pengaturan aliran dilakukan bila lubang sudah tidak terdapat lagi cairan inokulasi.
  6. Laksanakan penginokulasian ini hingga inokulan cair didalam botol infuse tersebut habis. Penginokulasian diulang kembali dengan botol inokulasi baru, bila belum ada tanda tanda kematian fisik dan fisiologis.
2. Pemeliharaan dan Pemupukan
Pemupukan perlu dilakukan terutama di lahan yang kesuburannya rendah. Pemberian pupuk dapat dilakukan dua kali dalam setahun, dengan ukuran 5  kg pupuk per-pohon. Pembersihan areal penanaman juga perlu dilakukan guna menghindari tumbuhnya gulma (tumbuhan pengganggu) khususnya pada musim hujan atau 4 kali dalam setahun.

3. Panen dan Pasca Panen


Produksi gubal gaharu akan terbentuk setelah perlakuan berjalan 3 bulan. Hal ini dimulai dengan berubahnya warna kayu sekitar penyuntikan menjadi cokelat dan bertekstur keras serta berbau wangi. Pemanenan dapat dilakukan mulai dari 1 tahun setelah penginokulasian dengan cara menebang pohon. Kualitas gubal gaharu yang dihasilkan  berbanding lurus dengan tingkat kesuburan pohon dan lamanya penginokulasian. Semakin lama penginokulasian maka semakin tinggi kualitas gubal gaharu yang dihasilkan. 

Potongan-potongan gubal gaharu dibersihkan dari bagian kayu yang tidak terbentuk menjadi gubal. Pembersihan kayu putih dari gubal memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus, sehingga tidak menurunkan kelas gubal akibat kurang terampilnya tenaga kerja.  Kemudian dilakukan penyortiran berdasarkan kelasnya (Super, AB, BC, C1 dan C2). Untuk mengurangi kadar air, potongan gubal gaharu dikeringkan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari. Untuk gaharu kelas kemedangan selain dapat dipasarkan langsung dapat pula di distilasi untuk diambil minyaknya.

Sumber : http://gaharujabar.wordpress.com/cara-inokulasi-gaharu/ 

Pemeliharaan Pohon Gaharu


 

Pemeliharaan Pohon Gaharu

Pohon gaharu cocok ditanam di antara daerah dataran rendah hingga ke perbukitan pada ketinggian 0 – 750 meter dari permukaan air laut dengan curah hujan kurang dari 2000 cm. Suhu yang sesuai adalah antara 27°C hingga 32°C dengan kadar cahaya matahari sebanyak 70%. Jenis tanah yang sesuai adalah jenis lembut dan liat berpasir dengan pH tanah antara 4.0 hingga 6.0.

Biji benih yang berkualitas amat penting untuk pembibitan , biasanya pembenihan di lakukan oleh nurseri untuk menjamin bibit benih tanaman dalam volume yang besar dan berkelanjutan . Buah karas dari jenis Aquilaria Malaccencis adalah berbentuk kapsul, 3.5 cm hingga 5 cm panjang, ovoid dan berwarna coklat. Kulitnya agak keras. Mengandung 3 hingga 4 biji benih bagi setiap buah.

Penanaman bisa dilakukan di tanah-tanah perkebunan ataupun di tanah yang sempit seperti halaman rumah atau masjid. Bisa juga ditanam di kebun kelapa sawit, ladang kopi dan kebun di bawah pohon-pohon yang lain yang berumur antara 5 – 8 tahun. Teknik tanaman secara sistem tumpangsari atau intergrasi dengan 2 atau lebih tanaman juga boleh dilakukan.

Anak pokok dikeluarkan dari politena bag dan dimasukkan ke dalam lubang yang digali dengan besar diameter dan kedalaman 0.5 meter. Tanah dipermukaan dipadatkan dengan tangan untuk memastikan akar bersentuhan rapat dengan tanah dan hindarkan pengaliran air di permukaan (surface water). Kadar pemupukan tidak boleh melebihi 100 gm bagi tiap-tiap lubang yaitu dengan kadar pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 40 – 50 gm dan TSP sebanyak 40 – 50 gm semasa proses penanaman.

Pohon gaharu yang ditanam perlu dibersihkan dari gangguan pokok lain sekitar 50 cm untuk menghindarkan persaingan hidup. Pekerjaan ini dilakukan dalam 2 – 3 kali setahun sehingga pohon berusia 5 tahun. Pengemburan 2 kali setahun adalah amat baik untuk memberi oksigen ke dalam tanah untuk melancarkan penyerapan makanan oleh pohon.

Pemeliharaan

Pemupukan dapat dilakukan sekali 3 bulan, namun dapat juga setiap 6 bulan dengan kompos. Penggunaan pupuk kimia seperti NPK dan majemuk dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun, kemudian dosisnya bertambah sesuai dengan besarnya batang tanaman. Hama tanaman gaharu yang perlu diperhatikan adalah kutu putih yang hidup di permukaan daun bawah, bila kondisi lingkungan lembab. Pencegahan dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung agar gaharu terkena cahaya matahari diikuti penyemprotan pestisida seperti Tiodane, Decis, Reagent., dll Pembersihan rumput dapat dilakukan sekali 3 bulan atau pada saat dipandang perlu.

Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu.

http://gaharujabar.wordpress.com/pemeliharaan-pohon-gaharu/

Eksport Gaharu Tembus Langsung Ke China

Eksport Gaharu Tembus Langsung Ke China



Mulai tahun ini, ekspor kayu gaharu Indonesia berhasil masuk langsung pasar China setelah pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan pemerintah China sepakat bekerja sama dalam perdagangan langsung kayu gaharu. Untuk mengoptimalkan potensi bisnis ini, pemerintah juga berniat merealisasikan pengembangan hutan budi daya gaharu untuk mendorong produksi gaharu nasional.

Mashur, Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia, mengatakan volume ekspor kayu gaharu Indonesia ke China mencapai 200-300 ton. Total permintaan impor kayu gaharu China diperkirakan mencapai 500 ton per tahun dari total kebutuhan dunia sebesar 4.000 ton per tahun.

Permintaan tersebut dipenuhi oleh eksportir Indonesia melalui negara ketiga seperti Taiwan, Hongkong dan Singapura. Sebelumnya Indonesia tidak bisa mengekspor langsung karena hambatan birokrasi perdagangan. Ekspor langsung sudah diusahakan sejak dua tahun lalu dan baru berhasil sekarang.

Tingginya hambatan untuk ekspor langsung karena pihak ketiga memperoleh margin yang tinggi dari produk ini. Apalagi beberapa varietas gaharu Indonesia memiliki kualitas terbaik yang harganya mencapai Rp 150 juta per kilogram. Di pasar China harganya bisa naik menjadi Rp 400 juta per kilogram akibat panjangnya mata rantai perdagangan.

Ke depan, perdagangan langsung gaharu ke China diharapkan bisa meningkatkan ekspor Indonesia hingga batas kuota 623 ton per tahun. Batas kuota itu diperoleh Indonesia berdasarkan kesepakatan negara-negara produsen gaharu dalam Konvensi Internasional tentang Perdagangan Spesies Flora dan Fauna Dilindungi.

Kementerian Kehutanan mencatat saat ini ada tujuh pasar ekspor kayu  gaharu dalam negeri, yakni Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Taiwan, Singapura, Hongkong, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Total volume ekspor tahun 2010 mencapai 573 ton, naik signifikan dari lima tahun lalu sebesar 170 ton. Total nilai ekspor kayu gaharu Indonesia di 2010 mencapai US$ 85,99 juta dari US$ 26,09 juta di tahun 2006.

Tahun ini volume dan nilai dipastikan naik. Namun, kenaikannya tergantung pada kadar air dan resin pohon yang dihasilkan. “Mudah-mudahan lebih dari US$ 85 juta,” ujar Mashur tanpa mau merinci lebih detail.

Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan, mengakui ekspor kayu gaharu selama ini sulit langsung pasar China dan membuat harga gaharu Indonesia lebih mahal. Dengan perdagangan langsung, produsen Indonesia mendapat harga tinggi karena tidak ada biaya perantara, sedangkan konsumen China  untung karena mendapat harga yang lebih murah.

Mengacu pada kesepakatan perdagangan, harga jual ekspor kayu gaharu ditetapkan US$ 10-US$ 15.000 per kilogram. Penentuan harga ditetapkan berdasar kualitas kayu gaharu. Kesepakatan ini diharapkan juga bisa menekan ekspor kayu gaharu ilegal.

Hutan Budi Daya
Zulkifli menambahkan terus meningkatnya permintaan ekspor dan tingginya harga jual komoditas tersebut membuat pemerintah mengkaji peningkatan produksi melalui pengembangan hutan budi daya. Selama ini 98% dari total ekspor produk gaharu dalam negeri berasal dari hutan alam.

“Dengan peningkatan permintaan di pasar dunia, Indonesia tidak bisa mengandalkan gaharu dari hutan alam saja, harus dikembangkan produksi melalui hutan budi daya,” ujarnya.

Beberapa lokasi di Indonesia memiliki iklim yang cukup mendukung bagi pengembangan hutan budi daya gaharu. Di antaranya Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Bangka Belitung dan Lampung. Data Kementerian Kehutanan menunjukkan total varietas gaharu dunia mencapai 15 varietas dan enam di antaranya tumbuh di seluruh daerah di Indonesia kecuali Jawa dan Sunda Kecil.

Mashur menambahkan asosiasi siap ikut dalam pengembangan budi daya. Rencananya akan ada laboratorium genetika gaharu yang dikembangkan oleh asosiasi, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian. Dengan memanfaatkan budi daya, kayu gaharu bisa dipanen pada usia tiga tahun. Selama ini, tanaman gaharu di hutan alam baru bisa diambil pada usia 6-8 tahun. Gaharu budi daya membutuhkan biaya mulai tanam hingga panen sebesar Rp 4 juta per pohon.

Sumber : www.indonesiafinancetoday.com
Sumber : http://gaharuwangi.wordpress.com/